Tampilkan postingan dengan label Relasi dengan Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relasi dengan Media. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2011

Organisasi Kedok, Menyembunyikan Agenda Rahasia Sang Sponsor

Organisasi kedok (front organization) adalah sebutan untuk entitas yang segenap aktivitas dan/atau pendanaannya dikontrol oleh organisasi lain yang lebih besar yang berperan sebagai patron atau sponsornya. Organisasi kedok didirikan untuk menjadi tabir yang menyembunyikan agenda dan aktivitas rahasia sang patron, karena terlalu berisiko apabila dijalankan secara terbuka.

Beberapa organisasi seperti badan intelijen, mafia, organisasi terlarang, gerakan keagamaan radikal, atau kelompok politik berhalauan keras menyadari bahwa aktivitas mereka mungkin ilegal, sehingga apabila dijalankan secara terbuka akan menimbulkan risiko besar yang bisa membuat para aktivisnya dijebloskan ke penjara atau menerima ancaman fisik. Untuk menghindari risiko tersebut, mereka menciptakan organisasi bayangan yang akan tampil di muka publik sebagai ”wajah moderat”, dan diskenariokan seolah-olah antar mereka adalah organisasi yang saling lepas dan tidak memiliki kaitan apa-apa.

Rabu, 16 Maret 2011

Astroturfing: Strategi Memanipulasi Suara Rakyat


Astroturfing adalah strategi kampanye atau promosi terselubung yang dijalankan (atau didanai) oleh suatu gerakan politik atau perusahaan untuk mempengaruhi opini publik terhadap suatu isu, yang didesain sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah itu merupakan gerakan murni dari masyarakat.

Minggu, 06 Maret 2011

Menggaet Blogger buat Kampanye Humas: Studi Kasus Wal-Mart

Peraturan baru negara bagian Maryland pada tahun 2006 mengharuskan perusahaan retailer terbesar Amerika Serikat, Wal-Mart, menganggarkan dana lebih besar buat asuransi kesehatan karyawannya. Wal-Mart selama ini kerap dikritik karena dianggap memberi upah yang rendah dan jaminan kesehatan yang buruk bagi karyawan. Kini, dalam upaya membersihkan citranya, mereka tengah mencoba senjata PR: mendekati sejumlah blogger berpengaruh untuk menulis posting bernada positif tentang perusahaan mereka.

Sabtu, 05 Maret 2011

Iklan-iklan Mengobral Sensualitas Tubuh Perempuan


Seks dalam periklanan, dalam jargon Bahasa Inggris biasa disebut sex sells atau sex in advertising, adalah penggunaan pesan erotik atau berkonotasi seksual pada suatu promosi yang bertujuan untuk menarik perhatian audiens atas produk yang diiklankan, yang tujuan akhirnya tentu saja agar mereka mau membeli produk tersebut.

Rabu, 02 Maret 2011

Pertarungan Melawan Raksasa Telekomunikasi AT&T


Pada tahun 1968 Kongres Amerika Serikat meluluskan rancangan undang-undang telekomunikasi, yang salah satu efeknya adalah memangkas hak monopoli atas bisnis telekomunikasi AS oleh AT&T. Ini sekaligus membuka peluang bagi perusahaan telekomunikasi lain untuk menjual berbagai jasa komunikasi dan pernik-perniknya seperti layanan telepon jarak jauh, membuat dan memasarkan pesawat telepon, dan sebagainya.

Jelas, sebagai penguasa tunggal pasar telekomunikasi bernilai $ 35 milyar dollar per tahun, Ma Bell (nama lain AT&T) tidak ingin kue mereka dibagi-bagikan kepada orang lain. Maka, ketika John DeButts yang ambisius diangkat menjadi presiden direktur dan CEO AT&T pada 1972, dia terang-terangan mendeklarasikan target utama kerjanya, yakni mengembalikan hak monopoli telekomunikasi kepada perusahaan yang didirikan oleh Alexander Graham Bell ini dan 1800 perusahaan afiliasi (subkontraktor)-nya.

Sabtu, 26 Februari 2011

Akibat Mempekerjakan Karyawan yang Tidak Cakap

Logo Arthur AndersenKata orang, peraturan dibuat untuk dilanggar. Dalam beberapa situasi khusus hal itu boleh jadi benar. Namun dalam hal-hal lain tak selamanya melanggar peraturan yang telah dibuat sendiri merupakan keputusan yang bijaksana.

Firma konsultan hubungan masyarakat Byoir & Associates memberlakukan aturan ketat mengenai proses rekrutmen karyawan baru. Setiap karyawan yang dipekerjakan untuk menangani pekerjaan humas harus memiliki pengalaman di bidang jurnalistik minimal tiga tahun penuh, tak masalah itu media cetak, radio, atau televisi. Peraturan itu dibuat untuk membantu organisasi mempertahankan staf bermutu yang memahami tugas-tugas kehumasan yang dibebankan, yang dalam banyak kesempatan melibatkan lobi dengan media, atau membutuhkan kreativitas dan intuisi verbal yang hanya dikuasai oleh orang-orang yang terdidik dengan baik di dunia jurnalistik.

Rabu, 23 Februari 2011

Kekecewaan Eksekutif RCA pada Majalah Forbes


Ken Bilby, eksekutif hubungan masyarakat RCA, menerima telepon pada suatu hari dari seorang wartawan senior majalah Forbes yang mengatakan bahwa majalahnya ingin menerbitkan cerita sampul mengenai RCA dan kepalanya, Jenderal David Sarnoff.

Bilby tidak antusias. Demikian pula orang humas manapun yang pikirannya waras. Pada masa itu tahun 1960-an, Majalah Forbes dikenal reputasinya sebagai majalah yang gemar menerbitkan tulisan yang bernada negatif dan penuh kritik terhadap bisnis besar dalam usaha menaikkan tirasnya.

Bilby memberitahu si wartawan secara terus terang bahwa dia tidak melihat alasan mengapa dia harus mengumpankan perusahaan dan bosnya untuk menjadi bulan-bulanan seperti kebiasaan Forbes.

 
© Copyright 2035 Inspirasi PR dan Marketing
Theme by Yusuf Fikri