Tampilkan postingan dengan label Kampanye Pencitraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye Pencitraan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2011

Celana Jeans, Industri Besar yang Berawal dari Celana Pekerja Kasar

Celana Jeans

Di Belanda dia disebut ‘spijkerbroek’. Di Puerto Rico namanya ‘mahones’. Di Denmark dia dikenal sebagai ‘cowboybukser’ (celana koboi). Di Spanyol dia kondang dengan nama tejanos atau vaqueros. Di seluruh dunia orang mengenalnya dengan nama jeans.

Rabu, 23 Maret 2011

Organisasi Kedok, Menyembunyikan Agenda Rahasia Sang Sponsor

Organisasi kedok (front organization) adalah sebutan untuk entitas yang segenap aktivitas dan/atau pendanaannya dikontrol oleh organisasi lain yang lebih besar yang berperan sebagai patron atau sponsornya. Organisasi kedok didirikan untuk menjadi tabir yang menyembunyikan agenda dan aktivitas rahasia sang patron, karena terlalu berisiko apabila dijalankan secara terbuka.

Beberapa organisasi seperti badan intelijen, mafia, organisasi terlarang, gerakan keagamaan radikal, atau kelompok politik berhalauan keras menyadari bahwa aktivitas mereka mungkin ilegal, sehingga apabila dijalankan secara terbuka akan menimbulkan risiko besar yang bisa membuat para aktivisnya dijebloskan ke penjara atau menerima ancaman fisik. Untuk menghindari risiko tersebut, mereka menciptakan organisasi bayangan yang akan tampil di muka publik sebagai ”wajah moderat”, dan diskenariokan seolah-olah antar mereka adalah organisasi yang saling lepas dan tidak memiliki kaitan apa-apa.

Kamis, 17 Maret 2011

Spin: Teknik Canggih Memutarbalikkan Fakta

Spin adalah teknik propaganda untuk memanipulasi opini publik, yang dilakukan dengan membuat dan menyebarluaskan interpretasi pribadi atas sebuah peristiwa atau kampanye, dengan tujuan untuk mendukung – atau menjatuhkan –seorang figur publik atau suatu organisasi. Spin merupakan instrumen berfungsi ganda, dia bisa dijadikan alat bertahan, dan pada kesempatan lain alat untuk menjatuhkan musuh.

Rabu, 16 Maret 2011

Astroturfing: Strategi Memanipulasi Suara Rakyat


Astroturfing adalah strategi kampanye atau promosi terselubung yang dijalankan (atau didanai) oleh suatu gerakan politik atau perusahaan untuk mempengaruhi opini publik terhadap suatu isu, yang didesain sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah itu merupakan gerakan murni dari masyarakat.

Selasa, 15 Maret 2011

The Godfather Mengangkat Citra Mafia Italia di Layar Putih


Kerap memperoleh predikat sebagai film terbaik sepanjang masa, The Godfather (1972) garapan sutradara Francis Ford Coppola mengangkat tema klasik perang antar keluarga mafia Italia-Amerika (Cosa Nostra) dengan pendekatan yang berbeda dari film-film bertema sejenis.

Jumat, 11 Maret 2011

Strategi Israel Memoles Citra Melalui Media Sosial


Israel selama ini dikenal sebagai pelaku strategi public relations tingkat dunia yang tangguh, yang banyak menitikberatkan upaya melalui lobby groups kuat untuk membela kepentingan dalam negeri mereka. Suatu lobby groups didirikan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah atau perusahaan, dan mengarahkan opini publik agar berpihak kepada mereka. Lobby groups bentukan Israel yang banyak berperan dalam mempengaruhi kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat adalah American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Rabu, 09 Maret 2011

Mengukur Sukses Kampanye Pemasaran Melalui Twitter

Pada tahun 2009, Dell Computer mengklaim bahwa mereka mampu mencetak pendapatan lebih dari tiga juta dollar melalui saluran pemasaran yang sebelumnya tak terbayangkan: Twitter. Secara lebih rinci, sejak diluncurkan pada 2007 akun Twitter resmi Dell untuk penjualan diskon yakni @DellOutlet mencatat angka penjualan dua juta dollar yang dihasilkan melalui klik langsung pada tautan (link) yang disertakan pada tweet mereka, dan satu juta dollar lainnya secara tak langsung dari orang-orang yang membuka akun Twitter, melihat tweet tentang produk Dell, lalu memesan seperangkat komputer melalui website penjualan resmi Dell.

Minggu, 06 Maret 2011

Menggaet Blogger buat Kampanye Humas: Studi Kasus Wal-Mart

Peraturan baru negara bagian Maryland pada tahun 2006 mengharuskan perusahaan retailer terbesar Amerika Serikat, Wal-Mart, menganggarkan dana lebih besar buat asuransi kesehatan karyawannya. Wal-Mart selama ini kerap dikritik karena dianggap memberi upah yang rendah dan jaminan kesehatan yang buruk bagi karyawan. Kini, dalam upaya membersihkan citranya, mereka tengah mencoba senjata PR: mendekati sejumlah blogger berpengaruh untuk menulis posting bernada positif tentang perusahaan mereka.

Selasa, 01 Maret 2011

Kunci Kemenangan Obama pada Pemilihan Presiden AS 2008

Kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2008 adalah fenomena besar. Obama menjadi presiden kulit hitam pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Namanya yang terdengar ganjil, pengalaman politik yang minim, dan latar belakang kehidupannya yang tak banyak diketahui orang sempat membuatnya menjadi kandidat yang diremehkan. Petinggi Partai Demokrat lebih memperhitungkan Hillary Clinton sebagai penantang kuat Senator John McCain, calon presiden dari Partai Republik.

Namun Obama mampu membuyarkan semua prediksi dan analisis. Dari awalnya bukan siapa-siapa - hanya seorang mantan pekerja sosial di Kota Chicago dan senator muda wakil Negara Bagian Illinois yang pengalamannya sebatas menggolkan satu undang-undang federal – Obama melesat menjadi lawan tangguh McCain, sebelum akhirnya mengalahkannya secara telak.

Individu di balik layar yang banyak disebut sebagai desainer utama kemenangan Obama adalah David Plouffe. Plouffe adalah seorang political strategist yang diangkat menjadi kepala manajer kampanye Obama. Sebelum menangani kampanye presiden Obama, Plouffe adalah konsultan politik yang bergabung dengan firma konsultan kampanye AKPD Message and Media sejak tahun 2000. Bersama partnernya di AKPD, David Axelrod, Plouffe memulai hubungannya dengan Obama ketika mereka berdua mengatur kampanye negara bagian yang sukses mengantar Obama menjadi Senator dari Negara Bagian Illinois pada 2003.

 
© Copyright 2035 Inspirasi PR dan Marketing
Theme by Yusuf Fikri